Inilah Adab-adab Buang Air Dalam Islam Yang Sering Dianggap Sepele

Adab atau tatacara buang air sesuai ajaran Islam dan sunnah Nabi adalah hal yang penting untuk kita ketahui. Adab atau tatacara tersebut dibuat tentunya untuk mendatangkan kebaikan pada diri kita sendiri. Namun, masih banyak orang yang tidak memperhatikan dan terkesan menganggap sepele adab-adab buang air dalam Islam.

Buang air, kencing, pipis, kebelet

Nah, berikut ini adalah beberapa adab atau tata cara buang air yang sering disepelekan:

  1. Kita disunnahkan mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke kakus/WC, dan mendahulukan kaki kanan kita ketika keluar, dikarenakan sesuatu yang mulia hendaklah dimulai dengan kanan, dan sebaliknya sesuatu yang hina dimulai dengan kaki kiri.
  2. Jangan pernah berkata-kata dalam WC, kecuali atau dzikrullah ke dalam kakus, karena ketika Rasulullah SAW masuk kakus, beliau mencabut cincinnya yang berukir Muhammad Rasulullah. "Riwayat Ibnu Hubban".
  3. Hendaknya memakai alas kaki, karena Rasulullah SAW apabila masuk kakus, beliau memakai sepatu/alas kaki. "Riwayat Baihaqi".
  4. Hendaknya berada jauh dari orang sehingga bau kotoran tidak sampai kepadanya dan tidak mengganggu orang tersebut.
  5. Jangan berkata-kata dalam WC kecuali ada hal yang sangat penting dan tidak dapat ditunda.
  6. Jangan buang air di air yang tenang, kecuali jika air tenang tersebut seluas tebat (danau, empang, rawa). Rasulullah melarang buang air di air yang tenang. "Riwayat Muslim".
  7. Jangan buang air di lubang-lubang tanah, karena bisa saja ada mahluk/binatang yang akan kesakitan di dalam lubang tersebut. Rasululluah SAW melarang hal tersebut. "Riwayat Abu Daud".
  8. Jangan buang air di tempat perhentian, karena akan mengganggu orang yang berhenti di sana.
Nah, itulah beberapa adab buang air yang hendaknya tidak disepelekan. Semoga artikel ini menambah wawasan dan bisa bermanfaat bagi kita semua. Silahkan beramal dengan membagikan artikel ini ke kerabat dan sahabat anda. Wassalam.
Back To Top