-->

Musibah Mina Adalah Ulah Syi'ah?

Musibah Mina

Sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa musibah terjadi hanya atas izin Allah. Namun, manusia punya andil dalam setiap peristiwa bencana itu.

“Wahai Manusia, bencana apa saja yang menimpa diri kalian, maka bencana itu adalah hasil kerja tangan-tangan kalian. Namun demikian amat banyak kesalahan-kesalahan kalian yang dimaafkan oleh Allah.” (Qs. Asy-Syura [42]:30)

Secara obyektif, pemerintah Arab Saudi sebenarnya telah berupaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan ibadah haji serta kuantitas daya tampung. Termasuk merenovasi jembatan Jamarot, membuat sistem jalur untuk melempar jumrah, menyediakan Kereta Api, tenda AC, juga WC di Arafah yang dibuat secara massal. Namun, arus jamaah haji yang menuju lokasi jumrah saban tahun selalu lebih besar dibanding infrastruktur yang tersedia.

Otoritas Kerajaan Arab Saudi telah menyiapkan rencana lalu lintas terintegrasi menyusul dihapuskannya jalur jemaah dari Padang Arafah menuju Mina, yang berjarak 14,4 kilometer.

Salah satu terowongan yang menjadi pintu masuk ke wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) yaitu terowongan King Fahd, ditutup bagi kendaraan. Hanya pejalan kaki yang bisa melalui daerah tersebut.

Lalu, tragedi Mina terjadi juga, ulah siapa? Menteri Kesehatan Arab Saudi, Khaled al-Falih menyatakan, terjadinya tragedi itu akibat ketidakdisiplinan Jemaah Haji. Ia mengatakan, “insiden bisa dihindari jika mereka mengikuti instruksi.” “Tindakan keamanan di Mina sudah teruji dan mantap,” ujarnya.

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, bahwa insiden diawali dengan terburu-burunya para Jamaah Haji dari Iran untuk melewati dan menerobos rute jamaah lainnya. Mereka menolak diatur saat diminta kembali ke rute yang sudah ditentukan.

“Jamaah dari Iran tidak mendengarkan dan mengabaikan instruksi, kemudian bentrok dengan kami dan meneriakkan slogan-slogan revolusi sebelum terjadinya insiden,” ungkap seorang pejabat keamanan Saudi seperti dikutip Sabq.org, Jumat (25/9).

Dalam sebuah tweet bertanggal 10 September 2015 (14 hari sebelum tragedi Mina) akun berinisial ( منشق عن حزب الله ) ‘Pembelot Dari Hizbullah’ menuliskan pengalamannya, yang kemudian diterjemahkan oleh seorang mahasiswa Indonesia, program doctoral di Universitas Madinah, Musyaffa Ad-Darimi, Lc, MA isi lengkap tweet berbahasa Arab tersebut.

“Asalnya ada suara teriakan dari Jamaah Haji, yang meneriakkan agar rombongan Jamaah Haji dari Iran memutar arah ke belakang, karena arah mereka berlawanan dengan arah para Jamaah Haji lain yang menggunakan jalan yang sama untuk menuju ke Jamarot. Inilah sebab utama terjadinya musibah di Mina.

Ya, waktu itu saya berada di tempat kejadian, dan saya melihat sendiri apa yang terjadi. Memang seperti itulah cara Jamaah Haji Iran setiap tahun. Mereka selalu menyelisihi kaum muslimin.

Travel-travel Iran selalu menyelisihi kaum muslimin. Mereka melempar jamarot, kemudian kembali (lawan arah) melewati jalan yang sama yang dipakai oleh Jamaah Haji lain untuk berangkat melempar jamarot. Inilah sebab terjadinya keramaian itu. Catatan hitam sejarah Syi’ah di tanah suci bukan perkara baru, karenanya tidak jauh kemungkinan ada konspirasi Syi’ah internasional.”

Indikasi makar dan konspirasi Syi’ah internasional, diperkuat dengan testimoni Farzad Farhangian, mantan diplomat Isran. Farzad mengungkapkan rencana Iran untuk mengacaukan Jemaah Haji, sengaja untuk mempermalukan Arab Saudi.

Seperti dilansir kolalwatn.net pada Rabu (22/09/2015), rencana jahat itu dilakukan dengan memprovokasi ISIS melalui intelijen Iran. Mereka diarahkan agar menghancurkan tenda-tenda haji Syiah Iran dan Irak.

“Dalam pertemuan itu disepakati bahwa momentum paling tepat untuk menghancurkan rezim Saudi adalah pada musim haji ini. Jika hal itu tidak dilakukan maka mereka akan kehilangan misi besarnya,” tulis Farzad Farhangian dalam akun Twitternya.

Pertemuan besar itu melibatkan semua pemimpin keamanan dengan Ali Khamenei yang juga diikuti oleh Qassem Soleimani, Ali Akbar Velayati, Ali Larijani, dan Alaeddin Boroujerdi seminggu setelah Ramadhan tahun ini.

“Ada informasi yang sangat berbahaya dan telah disepakati, yaitu menggerakkan ISIS yang didanai oleh Khamenei untuk melakukan pemboman dan pembunuhan, khususnya di kamp-kamp Iran atau orang-orang Syi’ah dari negara lainnya di daerah Mina atau Arafah,” ungkap Farzad.

“Hal ini bertujuan agar para jama’ah Iran, Iraq serta orang-orang Syi’ah dari negara lain menimbulkan kerusuhan sebagai bentuk protes atas tindakan Saudi membantu Pemerintah resmi Yaman,” tambahnya.

Menurut Farzad, rencana ini bertujuan jahat, menunjukkan pada dunia Islam bahwa pemerintah Arab Saudi tidak becus melindungi keamanan tempat-tempat suci umat Islam.

“Saya tidak akan menyembunyikan informasi ini kepada siapapun. Yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah seorang pengecut. Mereka menginginkan pemerintahan Saudi hancur walaupun harus mengorbankan ribuan nyawa,” pungkas Farzad.

Wallahu a’lam bish shawab…

Sumber: arrahmah.com
Back To Top